Ya, dan saya yakin akan hal itu.
Saya yakin saya sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat
pribadi saya, sekalipun saya harus mengakui bahwa saya menerima anugerah itu baru-baru
ini saja. Dulu saya hanyalah Kristen yang sekedar
Kristen, atau kasarnya dapat juga dikatakan, “Saya Kristen karena saya
terlahir di keluarga Kristen.” Saya kenal siapa itu Yesus, tetapi saya belum
menyerahkan diri saya kepada-Nya secara utuh, bahkan beberapa kali saya juga
meragukan-Nya. Namun perlu saya tekankan, saya meragukannya bukan karena saya
menganggap agama lain lebih benar, melainkan karena saya sendiri tidak yakin
Tuhan itu ada, sebab sangat sulit membayangkan ada Sesuatu di luar sana, yang
berkuasa penuh atas seluruh dunia, dan segala yang terjadi adalah kehendak-Nya.
Namun, pandanganku itu semua
mulai berubah sejak aku benar-benar menghadapi masa-masa sulit saat SMA dan aku
melewatinya dengan sempurna. Di akhir masa itu, aku mulai sadar semua itu tak
mungkin terjadi karena kehebatanku, sebab aku merasa setiap hal yang kulakukan
saat itu hanya kebodohan. Semua itu tak mungkin karena upayaku, apalagi karena
kebetulan semata. Saat itu aku sadar bahwa ada Tuhan, Tuhan yang membuat dunia
ini berjalan sesuai kehendak-Nya, dan saat itu juga aku sadar kalau kehendak-Nya
adalah menjadikanku alat-Nya, seperti teman-temanku lainnya yang memang
benar-benar telah menerima-Nya secara penuh, yang telah Ia gunakan untuk
menyatakan kemuliaan-Nya di dunia.
Sejak itu, aku mulai belajar
membiarkan hidupku dipimpin Tuhan – Yesus Kristus – namun masih sering juga
bagiku untuk tergelincir lagi dan lagi. Aku masih saja berjalan di jalanku,
bukan di jalan Tuhan. Tetapi lama-kalamaan aku sadar aku harus kembali lagi,
dan momen itu adalah saat aku dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di Institut
Pertanian Bogor, sebuah tempat yang bahkan untuk bermimpi bersekolah di dalamnya
saja aku tidak berani. Saat itu, masih banyak juga masalah yang berusaha
menghalangiku untuk gagal diterima, namun tanpa pernah kusangka sebelumnya, aku
mengalahkannya. Aku mengalahkannya karena Tuhan besertaku, dan aku yakin betul akan
hal itu.
Kini, di kampus ini, aku
menemukan persekutuan PMK, dengan kelompok kecilnya, baik saat P.A. Matrikulasi
maupun asistensi, yang senantiasa menguatku agar jangan sampai tergelincir
lagi. Kini aku yakin kalau Tuhan begitu sayang kepadaku. Ia begitu baik, dan
aku mau menjadi alat bagi-Nya di tempat yang telah Ia pilihkan untukku – kampus
ini – dan dengan begitu, secara pribadi saya telah meminta Ia untuk selalu
besertaku, karena aku tak mampu melakukan semua ini sendirian. Semua itu
mengindikasikan kalau aku telah menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamatku,
dan aku benar-benar bersyukur karenanya.
Apakah saya sudah diselamatkan?
Tentu, karena jika saya belum
diselamatkan, mengingat seluruh dosa dan kesalahan yang telah saya lakukan,
pastilah saya sudah mati jauh sebelum saya lulus dari SMA.
0 komentar:
Posting Komentar