Minggu, 01 Februari 2015

Tuhan dan Jurus'lamat

Apakah saya sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi saya?
 
Ya, dan saya yakin akan hal itu. Saya yakin saya sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi saya, sekalipun saya harus mengakui bahwa saya menerima anugerah itu baru-baru ini saja. Dulu saya hanyalah Kristen yang sekedar Kristen, atau kasarnya dapat juga dikatakan, “Saya Kristen karena saya terlahir di keluarga Kristen.” Saya kenal siapa itu Yesus, tetapi saya belum menyerahkan diri saya kepada-Nya secara utuh, bahkan beberapa kali saya juga meragukan-Nya. Namun perlu saya tekankan, saya meragukannya bukan karena saya menganggap agama lain lebih benar, melainkan karena saya sendiri tidak yakin Tuhan itu ada, sebab sangat sulit membayangkan ada Sesuatu di luar sana, yang berkuasa penuh atas seluruh dunia, dan segala yang terjadi adalah kehendak-Nya.

Namun, pandanganku itu semua mulai berubah sejak aku benar-benar menghadapi masa-masa sulit saat SMA dan aku melewatinya dengan sempurna. Di akhir masa itu, aku mulai sadar semua itu tak mungkin terjadi karena kehebatanku, sebab aku merasa setiap hal yang kulakukan saat itu hanya kebodohan. Semua itu tak mungkin karena upayaku, apalagi karena kebetulan semata. Saat itu aku sadar bahwa ada Tuhan, Tuhan yang membuat dunia ini berjalan sesuai kehendak-Nya, dan saat itu juga aku sadar kalau kehendak-Nya adalah menjadikanku alat-Nya, seperti teman-temanku lainnya yang memang benar-benar telah menerima-Nya secara penuh, yang telah Ia gunakan untuk menyatakan kemuliaan-Nya di dunia.

Sejak itu, aku mulai belajar membiarkan hidupku dipimpin Tuhan – Yesus Kristus – namun masih sering juga bagiku untuk tergelincir lagi dan lagi. Aku masih saja berjalan di jalanku, bukan di jalan Tuhan. Tetapi lama-kalamaan aku sadar aku harus kembali lagi, dan momen itu adalah saat aku dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, sebuah tempat yang bahkan untuk bermimpi bersekolah di dalamnya saja aku tidak berani. Saat itu, masih banyak juga masalah yang berusaha menghalangiku untuk gagal diterima, namun tanpa pernah kusangka sebelumnya, aku mengalahkannya. Aku mengalahkannya karena Tuhan besertaku, dan aku yakin betul akan hal itu.

Kini, di kampus ini, aku menemukan persekutuan PMK, dengan kelompok kecilnya, baik saat P.A. Matrikulasi maupun asistensi, yang senantiasa menguatku agar jangan sampai tergelincir lagi. Kini aku yakin kalau Tuhan begitu sayang kepadaku. Ia begitu baik, dan aku mau menjadi alat bagi-Nya di tempat yang telah Ia pilihkan untukku – kampus ini – dan dengan begitu, secara pribadi saya telah meminta Ia untuk selalu besertaku, karena aku tak mampu melakukan semua ini sendirian. Semua itu mengindikasikan kalau aku telah menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamatku, dan aku benar-benar bersyukur karenanya.


Apakah saya sudah diselamatkan?

Tentu, karena jika saya belum diselamatkan, mengingat seluruh dosa dan kesalahan yang telah saya lakukan, pastilah saya sudah mati jauh sebelum saya lulus dari SMA.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar